Selasa, 27 Januari 2009

heppirainy

hujan tak kunjung berhenti. tapi aku sangat menikmatinya. menapaki tanah bersama kaki kecil dan titik hujan. cipratan dari belakang sandal atau sepatu sehingga muncul polkadot-polkadot tanah di celana jeans kesayangan. namun bukan itu masalahnya. setidaknya hujan memberikanku pengertian untuk berhenti sejenak. berhenti melawan segalanya yang berlebihan. hujan menyuruhku menunggu sampai ia mereda. hujan mengharuskanku termenung dan kembali berfikir ke depan. hujan memaksaku tetap diam!!namun tidak diam dalam bergulat dengan hati dan pikiran. dingin yang hujan bawa pun mengharuskan tubuhku kuat melawannya. hujan membuatku mencari perlindungan lewat kekuatannya menghantam atap langit-langit rumah. hujan pula yang membuatku merunduk ke bawah kembali memerhatikan rumput-rumputku yang kembali hijau dan tanah-tanahku yang kembali coklat. memberikan aroma aspal yg khas.sayang, hujan tidak memberikan langit jinggaku muncul. melarangku melihat ke atas langit jingga yang sangat kunantikan. yah, hujan menyuruhku untuk tidak selalu melihat ke atas. melihat yang indah-indah dan membuatku terbuai karena paras jingga yang memukau bagiku. menenggelamkan dalam keindahan,kenyaman, kenikamatan. hujan menutupi si jingga agar aku melihat si rumput hijau dan si tanah coklat. hujan memaksaku. hujan tampak jahat namun sangat baik. karena membuatku bersabar menanti pelangi. oh hujan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

pemikiran yang bagus... baru ngeh juga nih manfaat hujan. karena selama ini banyak orang mengeluh kalau hujan. ya baju nggak kering-kering-lah, males jalan-lah.. dan beribu alasan lainnya.