Senin, 09 Februari 2009

manuver ciamik


apa salahnya bermimpi. saya belajar dari seorang sahabat tentang arti idola. ketika di televisi humanisme itu dieksploitasi untuk kepentingan rating semata. dengan trik pembodohan bagi para fans yg seyogyanya harus berakting (namun sepertinya memang dibayar untuk itu). atau mungkin memang benar,fans yang sekiranya berasal dari bukan kota besar yang harus menangis-nangis dikerjai oleh kru tv yang sungguh sangat kreatif men-setting alur cerita yang dramatis untuk acaranya.sinisme saya.namun siang itu sungguh berbeda. ketika saya dan sahabat saya sedang berada di tengah pameran buku. tanpa disengaja,sahabat saya mengetahui idolanya datang dalam acara tersebut. sungguh sangat histeris dan berbahagia raut kawan pelipur saya itu. tak tega saya menafikkan dan mengingat2 apa yg telah kru tv itu lakukan kepada seorang gadis asal yogya pedalaman. tentang stigma saya terhadap artis yang sok "digila-gilai" oleh penggemarnya. hilang sesaat sinisme saya akan hal itu. secara naluriah,saya pun ikut senang dan akan berupaya mempertemukan sahabat saya dan idolanya dalam perjamuan dibawah flash samsung, yang tanpa sengaja kita bawa.secara naluriahpun secara tidak saya sadari saya berlaku seperti fans yg menggilai idola saya. bermanuver mengejar-ngejar ke backstage,parkiran,hingga mobil sang idola.memecah dialog akan keinginan yang tak mampu diejawantahkan saudara saya itu pada sang idola.walau sesungguhnya perasaan saya biasa2 saja dengan dia.tak seperti perasaan saya pada john lennon.perjamuan dalam bingkai mata kamera hanya berlangsung hitungan detik,menit,bahkan kurang dari 1 menit.tapi saya rasakan secercah kebahagian di raut sahabat saya.itukah yang dirasakan para kru tv?

1 komentar:

tenrii ita mengatakan...

hmp,,,ternyata rasa 'penggemar' bisa menular juga yah..